PARTICIPANT

  1. Paramatista Shada Zerlina
  2. Marta Primahatva Krisna Dewi

SMP NEGERI 1 SEMARANG

DESCRIPTION

Kota Semarang merupakan kota yang banyak terjadi masalah banjir rob dan kekurangan air bersih. Akibatnya beberapa warga di Kota Semarang membangun sumur artesis yang mengakibatkan penurunan muka tanah dan banjir rob. Tetapi banyak masyarakat yang menyepelekan risiko dari pembuatan sumur artesis. Pemerintah sudah berusaha mengatasi banjir rob dengan membuat beberapa rumah pompa di Kota Semarang, tetapi air hasil pompanisasi itu hanya dialirkan ke laut dan tidak dimanfaatkan kembali, hal itu dapat mencemari kondisi air laut di Kota Semarang. Dengan adanya masalah tersebut, penulis melakukan penelitian untuk membuat alat berupa Pompa Desalinasi Terpadu (PADET). Tujuan penulis membuat alat ini adalah untuk mengatasi kekurangan air bersih bagi masyarakat dan mencegah pengambilan air tanah secara besar-besaran. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode studi kasus dan eksperimental. Cara penulis membuat Pompa Desalinasi Terpadu (PADET) adalah dengan memasang drum ke 1 yang diberi batu-batuan untuk proses pengendapan, kemudian mengisi drum ke 2 dengan bahan-bahan alami untuk proses penyaringan, lalu mengalirkan air hasil pompanisasi dari drum 1 ke drum 2, selanjutnya mengisi drum 3 dan drum 4 dengan bahan-bahan filtrasi yang lebih kompleks, kemudian mengalirkan air dari drum 2 menuju drum 3, lalu ke drum 4, dan ke drum 5 untuk menghasilkan air bersih layak konsumsi. Dari hasil penelitian penulis, sebuah alat PADET (Pompa Desalinasi Terpadu) yang dapat mengatasi kekurangan air bersih dan mencegah pengambilan air tanah secara besar-besaran. Alat ini diciptakan dari bahan-bahan sederhana dan dapat diaplikasikan dengan membuatnya di bawah air hasil pompanisasi dari rumah pompa.

PHOTO

VIDEO

POSTER