Pemanfaatan Daun Buak chao (Anisomeles indica) sebagai Larvasida Nyamuk

SMA-Umum

PARTICIPANT

  1. Octavia Windra
  2. Jonassen Kenrick

SMA Immanuel Pontianak

DESCRIPTION

Kasus penyakit akibat gigitan nyamuk yang tinggi memerlukan penanganan yang serius. Hingga kini penanganan yang dilakukan dengan penggunaan abate untuk memberantas larva nyamuk. Namun, maraknya kasus keracunan organofosfat akibat penggunaan abate secara berlebihan, sehingga diperlukan bahan alternatif yang lebih aman, salah satunya dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia atau Kalimantan Barat khususnya. Berdasarkan studi literatur dan penelitian yang dilakukan mengenai daun Buak chao (Anisomeles indica), diperoleh bahwa daun Buak chao mengandung metabolit sekunder diantaranya flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan alkaloid. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan salah satu metabolit sekunder yang terkandung pada Buak chao adalah methyl-chavicol yang berpotensi sebagai larvasida nyamuk. Dalam penelitian ini uji kandungan metabolit sekunder pada daun Buak chao dilakukan dengan menggunakan prosedur uji fitokimia. Untuk pengujian efektivitas ekstrak daun Buak chao sebagai larvasida nyamuk dilakukan dengan pemberian ekstrak daun Buak chao pada jentik nyamuk. Konsentrasi ekstrak daun Buak chao yang digunakan adalah 0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL dan 20 mL masing-masing pada setiap wadah yang berisi 100 mL air dengan 10 ekor jentik-jentik. Abate digunakan sebagai kontrol positif dan air sebagai kontrol negatif. Pengamatan untuk menentukan jentik nyamuk yang mati dilakukan selama 1×24 jam dengan interval 4 jam. Data yang diperoleh digunakan dalam penentuan LC50 sebagai tolak ukur sifat toksisitas ekstrak daun Buak chao. Hasil dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode SPSS 21, dan diperoleh hasil optimum dengan penggunaaan konsentrasi ekstrak Buak chao 15 mL dengan LC50 11,7 mL dengan level of significance 0,05.

PHOTO

VIDEO

POSTER