BELATIK (Beton Limbah Padat Domestik)

SMA-Umum

PARTICIPANT

  1. Alif Rahmat Ananta
  2. M. Ammar Zaky

SMAN 3 Kota Jambi

DESCRIPTION

Berbagai bidang di Indonesia saat ini mengalami perkembangan, tak terkecuali bidang konstruksi. Kebutuhan akan beton yang tinggi mengakibatkan banyaknya sumber daya alam Indonesia yang dieksploitasi. Kegiatan eksploitasi ini menyebabkan polusi tanah, air, maupun udara serta mengakibatkan ketidaknyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Masyarakat Jambi mengalami banyak gangguan karena kegiatan eksploitasi terus menerus ini. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan mengganti agregat kasar pada beton dengan keramik, kaleng bekas, limbah plastic keras, serta batu bata. Peneliti juga berusaha mengurangi penggunaan agregat halus berupa pasir dengan rerumputan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio bahan substitusi agregat kasar dan halus terhadap kuat tekan beton serta efisiensi biayanya. Penelitian dengan eksperimen murni ini dilakukan dalam 4 babak penelitian, yaitu pengolahan limbah menjadi agregat kasar dan halus, pembuatan beton, pengujian beton, dan analisis biaya bahan baku. Pengujian dilakukan di laboratorium Dinas PUPR Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil pengujian, didapat bahwa bahan uji nomor 2 – diberi perlakuan dan variasi rasio rumput lebih besar dan pasir lebih sedikit – merupakan beton yang memiliki kuat tekan paling besar diantara bahan uji lainnya, bahkan daripada bahan uji yang tanpa perlakuan. Bahan uji nomor 2 yang tergolong beton ringan memiliki efisiensi biaya bahan baku dengan kriteria kurang efisien terhadap biaya bahan baku beton tanpa perlakuan. Maka dari itu disimpulkan bahwa substitusi agregat halus pasir dengan arang rerumputan serta substitusi agregat kasar kerikil dengan variasi kaleng bekas, plastik bekas, pecahan batu bata, dan pecahan keramik berpengaruh terhadap berat serta massa jenis beton, kuat tekan beton, total biaya serta efisiensi biaya.

PHOTO

VIDEO

POSTER